Senin, November 28

Gus Robin , Tokoh NU Kisruh Wadas Usulkan Pejabat Pemda Purworejo Dicopot

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Purworejo ,Gerbang Interview . Com ( 18- o2-22)  Gus Robin selaku ntoh NU purworejo  mendesak sejumlah  Pemda  Purworejo dicopot  sebab dinilai membiarkan   kekisruhan terjadi  sehingga konflik  sosial yang   mencekam  bisa terjadi  di desa Wadas  yang biasanya dengan tenang   menjadi isu  yang  sensitif  dan berbaya  perlu sebuah solusi yang tepat pula.

desakan tersebut disuarakan oleh  KH  Muqorobin  bakir yang akrab   di sapa Gus Robin , ini  adalah  pengasuh  pompes maj majiul jami kali Urip , Bener  Purworejo yang sekaligus  juga  wakil Rois  syuriah  MWC NU kecamatan Bener .

Bisa dikatakan  warga Wadas  adalah 100 persen  warga NU  , saya tidak rela mmelihat mereka dipecah  belah  dan   terjadi konflik sosial , menjerit hati ini, tidak bisa , saya tidaki bisa diam , ”  tegas Gus Robin dalam mpercakiapannya ( Jumat, 18-02 -22).

desa Wadas sekarang muncul di arena nasioanal  dan terjebak pro dan kontra  penambangan batu andesirt  sebagai material  pondasi Bendungan Bener  yang konon kabarnya direncanakan  menjadi bendungan tertinggi di Asia Tenggara , karen kedalamannya sekitar  160 Mmeter.

Bendungan Bener ditargetkan  selesai di tahun 2023 , namun pembangunan ini  molor disebabkan   karena Pondasi utama belum digarap sebab  sewbab material  batu aandesit  belum mencukupi atau kurang karena  yang direncanakan mengambil  dari  daerah wadas   lagi terkendala atau masalah sebab warga wadas  menolak penambangan batu andesit  , desa wadas sekitar 12 Km dari lokasi Bendungan Bener Desa Guntur  Kec bener.

Warga  Wadas diobok m-obok  pihak luar  sejak tahun 2016  hingga kini ,   mereka terjebak konflik sosial , kasihan betul  keadaannya.  dan tolong jangan  ditutup-tutupi  kondisi sekarang ini , pungkas gus Robin

konflik sosial yang dimaksud  Gus Robin  adalah  masyarakat desa Wadas  jaadi terbelah dua  kubu , yang Pro dan Kontra  antara yang  pro penambangan dan yang tidak pro   dan  saling intimidasi  dan kalau dibiarkan terus   menjadikan masyarakat tidak terkendali  dan bisa mengakibatkan pertumpahan darah.

, ” hal ini tidak bisa dibiarkan begini terus,  swangat berbahaya bagi  kelangsungan  untuk  kehidupan yang aman dann tentram, ” pungkas gus Robin.

Gus robin menegaskan  jangan sampai  pemerintah baru  bertindak setelah jatuh korban jiwa , ” kalau sudah Jatuh korban baru bertindak ini namanya terlambat dan harus dicegah , tandasnya.

gus robin  menyatakan njika  jika sampainmterjadi korban jiwqa akan memalukan masyarakat NU. sebabb 100 persen warga wqadas  nahdiyin  yangb selama ini selalu menjunjung tinggi  Ukhuwah Islamiyah  dan  selalu mengutamakan musyaewarah untuk mmencapaiumufakat.

,” keadaan seperti ini seperti api dalam sekam  kalau dibiarkan bisa meledak, ” Gus Robin Memngingatkan.

seakan akan poemerintah daerah tutup mata  dan membiarkan kekisruhan ini nterjadi.

Pembiaran terjadi9  dengan banyak orang  bertdatangan   bahkan  tinggal busa berhari -hari dahn berbuklan -bulan tampa ada teguran.

bagi tamu kan harus lapur  1X 24 jam  sesuai  Pertmendagri no 5 tahun 2007. Gus Robin mengusulkan  agar     pejabatb terkaitb yang melakuikan pembiaran ini dicopot  ,  sebab kalau dibiarkan  akan terjadi konflik horisontal yang membuat kelam  darerah Purworejo.

akhirnya Gus Robin berkata , ”  bahwa konflik mini   sudah berlangsung dari tahun 2016 hingga sekarang ini tahun 2022 dan solusinya copot dulu pejabat pemda  yang lakukan pembiaran , apa harus jatuh korban  baru dilaksanakan , ya sudah telambat. (Ipul)

 

 

 

Share.

About Author

Leave A Reply

id_IDIndonesian