Minggu, Februari 5

Wadas Memanas

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Rencana Pemprov Jateng mendinginkan situasi di Desa Wadas dengan menggelar Pengajian Isra’ Mi’raj dan menghadirkan Kyai Kondang Gus Muwafiq Selasa, 1 Maret 2022 justru memicu situasi Desa Wadas kembali Memanas.

Pasalnya, pagi itu sekitar jam sembilan aparat Satpol PP dibantu TNI Polri mencopot puluhan Banner dan Spanduk Penolakan yang sehari sebelum acara digelar dipasang warga yang kontra di sekitar Balai Desa Wadas sebagai lokasi pengajian.

Keteganganpun tak bisa dihindari. Sekitar 100 warga yang kontra mengepung aparat dan meminta spanduk yang sudah dicopot dipasang kembali. Sebab spanduk tersebut merupakan bentuk aspirasi warga terhadap kebijakan pemerintah.

Karena insiden tersebut Gubernur Ganjar Pranowo urung hadir dan mewakilkan kepada Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin Maemoon.

Meski acara pengajian tetap berjalan, namun hanya dihadiri sekitar 300 jamaah meliputi 100 orang warga Wadas sisanya dari warga Desa Cacaban Kidul, Desa Kaliwader, tamu Undangan serta anggota Banser dan Petugas TNI Polri.

Menurut KH. Muqorobin Bakir, niat pemprov Jateng mengadakan pengajian itu baik. Namun momentum nya kurang pas, sehingga membuat Desa Wadas kembali sedikit memanas. Mestinya ada pendekatan dulu kepada warga yang kontra sehingga tidak kontra produktif. Tutur Wakil Rois Syuriah MWC NU Bener tersebut.

Hal tersebut juga di benarkan oleh Gus Faqih Jauhari, Pengurus LBM NU Purworejo yang sangat menyayangkan insiden tersebut. ” Ini perlu menjadi catatan semua pihak” tutur katanya.

Sementara itu Ketua Projo Purworejo Emha Saiful Mujab meminta kepada semua pihak untuk tidak mengesploitasi Desa Wadas untuk tujuan tertentu yang justru membuat suasana tidak kondusif.(SEM)

Share.

About Author

Leave A Reply

id_IDIndonesian