Minggu, Februari 5

SETAHUN TIDAK JUALAN KARENA COVID 19, GILIRAN JUALAN MINYAK GORENG MAHAL

Pinterest LinkedIn Tumblr +

BOYOLALI, Gerbanginterview.com – Kenaikan minyak kemasan, dampaknya mulai dirasakan oleh para pedagang gorengan, seperti yang di rasakan  salah satu Warung Makan di Boyolali Jawa Tengah  “Bebek Goreng Laras Roso,” Jumat (14/04/22).

Dalam mempertahankan usahanya mereka terpaksa beralih menggunakan minyak curah, namun itu tidak bisa bertahan lama karena minyak goreng curah pun juga ikutan naik harganya, dan dari segi kwalitas tidak begitu baik.

Di Boyolali, harga minyak goreng curah pun malah juga mencari kesempatan dan harganya bisa mencapai angka Rp 18 ribu per liternya. Untuk menjaga kwantitas dan pelanggan tidak beralih, terpaksa membeli minyak goreng kemasan yang bermerek mesti mahal, “itung itung sekedar untuk bertahan saja,” Kata Datik pemilik Warung Makan Bebek Goreng Laras Roso saat di sambangi tim Gerbanginterview.com.

Sementara itu, Datik, menyapaikan keluhannya, “Pedagang tidak bisa menaikan harga jual karena kuwatir ditinggalkan Pelanggannya. Apalagi, Pelanggannya rata rata  lingkungan menengah ke bawah” Kilahnya.

Lebih lanjut katanya “Mau dinaikkan gimana, yang beli pelanggan arus bawah, kasihan. Yah, kepaksa, bertahan saja mesti hasilnya tak seberapa,” ungkap Datik.

Sedang keluhan Pedagang yang lain mengaku tentang perbedaan minyak goreng  curah dan minyak goreng kemasan tidak signifikan. minyak goreng kemasan biasanya lebih tahan lama dan rasa gorengannya lebih enak dan lezat.

Bila di kaitkan dengan penghasilan, minyak goreng curah  bisa menjadi solusi dan menjadi pilihan para pedagang saat ini. Katanya Setidaknya bisa membuat penghasilan mereka tidak terlalu anjlok, dan untuk bertahan hidup.

Lain halnya dengan Datik, karena ia tetap ingin menjaga mutu dan kwalitas, karena ia paham betul Kualitasnya beda. Kalau curah cepat hitam, Kalau kemasan agak tahan lama, Tapi gimana lagi, kembali ke si pedagangnya, ada yang bilang, “Pakai curah saja, yang penting bisa goreng,” Kilahnya.

Ketika ditanya soal harga minyak goreng yang melambung tinggi, Datik mengatakan Kecewa sebab kemarin di susahkan dengan pandemi covid 19 setahun lebih tidak bisa jualan, sekarang bisa jualan tiba tiba di hantam dengan harga minyak goreng yang mahal.pungkasnya.l( Red/GI/22)

Share.

About Author

Leave A Reply

id_IDIndonesian