Minggu, Februari 5

ANIS BASWEDAN DI LINGKAR OLIGARKI

Pinterest LinkedIn Tumblr +
Oleh : Al Ghozali Hide Wulakada (Akademisi dan Praktisi Hukum)

Gerbanginterview.com – Pertemuan dan pernyataan koalisi Indonesia bersatu yang digawangi Golkar, PPP, PAN sudah memenuhi Electoral Threshold untuk mencalonkan Presiden dan Wakil Preside. Lalu publik pun penasaran, kira-kira siapa yang akan dicalonkan. Berikut ini analisa dan prediksi sederhananya ;

(1) Pertama perlu saya terangkan bahwa Golkar, PAN, PPP adalah partai dalam koalisi Indonesia kerja jilit dua. Bahkan Golkar dan PAN merupakan Partai yang mengawali inisiatif JKW tiga periode. Belakangan ada setingan kudeta pada Airlangga Hartarto serupa setingan Kudeta Demokrat yang gagal total itu. Jelas perlu diwaspadai serta patut dicurigai Koalisi Indonesia bersatu adalah skoci politik JKW untuk mengamankan keberlangsungan oligarki dibelakangnya bila terburuk PDIP dan Gerindra gagal menghantarkan Prabowo dan Puan Maharani.

(2) Kedua perlu juga saya terangkan bahwa  Isu perpecahan JKW dan Mega adalah sangat tidak benar. JKW tetap menjadi pekerja Partai yang tegak lurus setia pada PDIP. Kesetiaan selain soal amankan kepentingan pasca jabatan sebagai Presiden dan juga demi keberlangsung politik anak dan menantunya. Jadi suka atau tidak suka, pilihan JKW harus lah jatuh pada pilihan PDIP yaitu Prabowo – Puan. Tetapi baik JKW atau PDIP percaya bahwa Anis Baswedan tidak bisa dianggap remeh, Anis memiliki dukungan yang kuat dari basis muslim dan kelas perkotaan. Apalagi Pemilu 2024 nanti, JKW tidak maximal menggunakan elemen kekuasaan untuk mempengaruhi ragam kebijakan pada Pemilu. Maka satu satunya cara ialah menciptakan skoci politik yaitu Koalisi Indonesia Bersatu untuk tujuan memecah suara muslim melalui PPP dan PAN. Karenanya maka dimungkinkan Koalisi tersebut bakal mengusung Ganjar.

(3) Berikutnya,Ini bukan soal pertandingan nasionalis sekuler vs nasionalis religius, tapi ini soal wasitnya siapa ? Wasitnya adalah kekuatan oligarki yang selama hampir 10 tahun bertandem dalam kekuasaan JKW. Kekuatan oligarki itu tidak menghendaki investasi politik ekonominya terhenti gara gara Anis Baswedan. Pengalaman Anis yang tidak kompromi dengan oligarki di DKI Jakarta telah menjadi trauma tersendiri. Jadi, pernyataan Bung Masinton soal pilih kader untuk hindari Oligarki itu hanya basa – basi dan lipstik saja.

(4) Selanjutnya, Prediksi formasi koalisi 2024. PDIP – Gerindra – PKB (Prabowo –  Puan), PPP – Golkar – PAN (Ganjar – Airlangga Hartarto) Nasdem – Demokrat – PKS (Anis Baswedan – AHY). Jika demikian formasinya maka posisi Anis sangat sulit karena dijepit dua kekuatan besar yang sama sama mengusung kepentingan oligarki. Intinya kemenangan Prabowo atau pun Ganjar adalah kemenangan JKW dan PDIP maka kemenangan itu lah yang disukai oleh oligarki.

Tatanan demokrasi election seperti ini menjadikan negara kita ke dalam rezim and privat state dari pada camon state. Kelanjutan politik JKW melalu Prabowo atau Ganjar tidak akan membawah banyak perubahan ideal.  Walau tampak kemewahan dari jalan tol,pelabuhan dan bandara tetapi realitas dan hakikat tidak berarti bagi rakyat seperti soal keadilan distribusi hasil kekayaan alam untuk rakyat, kesempatan kerja dan pendapatan yang layak, kesetaraan hak pendidikan yang layak, kebutuhan dasar yang terjangkau oleh daya beli, keutuhan sosial yang tidak terbelah oleh stigmatisasi dan kecurigaan identitas.

Share.

About Author

Leave A Reply

id_IDIndonesian