Senin, November 28

Drama Kehidupan Kepingin Memerankan Peran Orang lain.

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Oleh : Muhamad Sarman

PERISTIWA, kehidupan terus datang silih berganti, rutinitas kehidupan terus berjalan, Kita tidak pernah membayangkan sebelumnya akan terjadi kecemburuan sosial yang meluas dari adanya bantuan sosial dan kita tidak menyangka sebagai seorang Promotornya kehidupan malah sembrono tega mengkorup dana bansos.

Sedangkan episode drama kehidupan harus terus berjalan dan  setiap orang melakoni peran masing masing maka jalani dan perankan peran kita sesuai irama lagu kehidupan kita jangan pernah memaksakan diri kita untuk mencoba melakoni peran orang lain.

Pemeran orang miskin sudah ada dan jangan ikutan menjadi peran miskin jika kita tidak berposisi pada peran tersebut, apa lagi karena kedekatan dengan crew sutradara terus kita meminta untuk di perankan sebagai peran orang miskin atau tidak meminta, namun kita diposisikan diperan tersebut, maka mengakibatkan pemeran utamanya kehabisan kuota.

Jika kita lelah dalam memerankan lakon peran kehidupan kita maka istirahatlah, Jika kita capek maka berhentilah..karena esok hari kita harus memerankan peran kita dengan episode drama kehidupan yang baru, dan kita harus bangkit kembali…lalu mulai lagi…awalai semuanya dengan doa.

teruslah berpacu dengan melodi drama kehidupan kita, jangan menyerah dalam memerankan lakon peran kita, karena bukan suatu alasan yang tepat, dan bukan jalan yang baik menyerah dalam menjalani perannya sendiri, yang memang secara relita kita tidak pas memerankan peran miskin.

Malas dalam menjalankan peran kehidupannya dan melirik peran orang lain, akan membuat peran drama kehidupan kita berakhir, sesulit apapun peran kita, jangan pernah ingin menjadi peran orang lain jika itu memang bukan peran yang tepat buat kita karena diluar sana banyak sekali pemeran utama yang pas dan tepat untuk melakoni peran drama kehidupan tersebut, berikan kesempatan pada mereka untuk memainkan perannya dengan suka cita.

Jika kita berusaha dengan tulus dan iklas, bersedia bangkit untuk memerankan peran kita dengan sungguh sungguh tidak ingin memerankan peran orang lain, maka kita akan memiliki peran kehidupan yang tentunya lebih membawa manfaat dan membahagiakan…atas peran yang kita jalani dengan tulus dan iklas.

Memang peran yang kita lakoni tidaklah mudah untuk kita menjalani, tetapi tidaklah tepat jika kamu tidak dalam posisi peran miskin tetapi kamu ingin melakoni peran miskin, kalau peran lakon tersebut kamu jalani, maka kita harus mempertimbangkan masih sangat banyak yang pemain peran miskin yang belum tersetuh oleh sutradara, maka mari kita jalani saja peran kita sesuai kehendak Sang Sutradara.

Masalah kehidupan, sabarlah bukannya  Allah tidak tahu tentang peran kita,  Allah sungguh sangat tahu bahwa kita mampu memerankan peran kita dan kita kuat melakoninya. Bahwa Allah tahu kita bisa melakoni peran kehidupan kita

Mengapa kita diuji?… Karena Allah tahu kita mampu melewatinya… dengan segala upaya kita yang penuh harapan,

Dan Ujian dari Allah itu menguatkan jiwa kita, Ujian itu menguatkan segalanya, Jangan mengeluh… Karena Allah memberi beban hanya pada yang mampu dan yang kuat, Jika menurut kita beban kita berat… itu artinya kita kuat…dan Kita bisa menanggung seberat itu,

Yang sering menjadi masalah itu ketika Sang sutradara tidak memainkan orang yang punya peran tepat di posisinya, semoga saja dengan tulisan ini hal hal yang bersentuhan dengan drama kehidupan rakyat miskin benar benar mendapatkan kuota yang tepat sasaran.

Penulis sampaikan pesan, ” Jika kamu bukan peran miskin, janganlah ingin menjadi pemeran miskin, jika kita di perankan miskin ya jangan mau, karena masih banyak pemeran miskin yang belum kebagian untuk pentas memerankan nasibnya, Semoga bermanfaat,  “LAA TAHZAN INNALLAHA”
“Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”
(QS At Taubah:ayat 40)

Share.

About Author

Leave A Reply

id_IDIndonesian